30 daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung secara lengkap

Daftar peralatan mendaki gunung. Ketika melakukan kegiatan mendaki gunung kita diwajibkan membawa peralatan atau perlengkapan mendaki sebagai pelindung diri kita saat berada di alam terbuka. Tidak seperti hoby lainnya, hoby mendaki gunung termasuk hoby yang membutuhkan banyak peralatan dan tidak sedikit biaya yang dikeluarkan utuk bisa mandapatkan peralatan-peralatan tersebut. Pada mulanya, umumnya rata-rata seseorang memanfaatkan jasa penyewaan perlengkapan outdoor yang saat ini banyak kita temukan baik itu di kota-kota besar ataupun kota-kota kecil di sekitar kita. Barulah ketika seseorang serius menekuni hoby ini, dia akan mulai membeli peralatan mendaki secara pribadi.

daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung


Memanfaatkan jasa penyewaan alat outdoor sebenarnya tidak terlalu bermasalah. Namun semua kembali kepada kenyamanan. Jika menyewa peralatan outdoor kita mungkin tidak memperoleh kenyamanan terhadap alat-alat yang kita pakai karena alat-alat tersebut sering dipakai oleh banyak orang. Berbeda apabila kita menggunakan alat-alat milik kita pribadi. Dimana yang memakai alat-alat tersebut hanyalah kita sendiri. Nah jika rekan-rekan serius ingin menekuni hoby ini, mulai sekarang rekan-rekan wajib menyisihkan sebagian uang jajan, uang dari gaji untuk kelak dapat membeli peralatan yang banyak dibutuhkan. Kami mencoba membuat daftar peralatan mendaki gunung, untuk memudahkan rekan-rekan mempersiapkan diri agar nantinya kegiatan pendakian rekan-rekan dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Berikut ini daftar peralatan mendaki gunung yang wajib dibawa :

1. Tenda atau Dome. Peralatan untuk mendaki pertama adalah tenda atau dome. Beberapa orang mungkin melakukan pendakian tanpa membawa tenda atau dome dengan alasan : gunung yang mereka daki tidaklah tinggi, tidak harus bermalam di atas gunung atau cukup merasa direpotkan ketika membawa barang yang satu ini. Hal itu bukanlah tindakan yang bijaksana. Tenda atau dome merupakan barang yang wajib dibawa ketika mendaki gunung. Dengan membawa tenda atau dome kita dapat terlindungi dari udara dingin, bahaya gigitan hewan liar dan mendapatkan privasi ketika beristirahat.



daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung
Dengan membawa tenda pula kita dapat terlindungi dari badai ataupun cuaca yang sangat panas. 
Memang kita dapat menggunakan hammock sebagai pelindung diri, namun dalam beberapa hal, menggunakan dome untuk melindungi diri memiliki beberapa kelebihan. bagi yang kesulitan dalam memilih tenda atau dome. ruang pendaki telah menuliskan : 15 tips memilih tenda dome yang dapat jadikan rekan-rekan sebagai referensi. Sebagai tambahan, saat ini banyak kita jumpai merk-merk tenda yang berasal dari luar negeri seperti lafuma, rei, bestway. Rata-rata merk-merk tersebut memiliki harga yang mahal. Sebagai alternatifnya, rekan-rekan bisa membeli produk lokal seperti dome consina atau dome yang berasal dari negara China. Penulis sendiri memilih produk lokal, karena selain memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk impor, dengan membeli produk lokal kita bisa ikut berperan memajukan produk Indononesia agar bisa bersaing di pasar global. 

2. Hammock. Penggunaan Hammock saat ini mulai meningkat dibandingkan dengan dekade lalu. Pada awalnya Hammock digunakan oleh suku Maya di Amerika dengan tujuan untuk melindungi diri dari bahaya binatang liar seperti ular, tikus atau makluk beracun lainnya. Saat ini rata-rata penggunaan hammock sebagian besar digunakan sebagai tempat beristirahat. Selain itu, tidak sedikit pula yang masih menggunakan hammock sesuai dengan fungsi aslinya yakni sebagai tempat perlindungan diri. Hammock seringkali digunakan sebagai pengganti tenda atau dome tentunya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. 

3. Carrier atau tas Gunung. Untuk membawa barang-barang survival kit dan membawa semua logistik selama rekan-rekan melakukan perjalanan maka rekan-rekan memerlukan tas gunung atau carrier. Tas gunung mempunyai desain khusus dan mempunyai beberapa bagian-bagian yang tidak ditemukan di tas biasa. Berbagai macam model dan ukuran tas gunung saat ini diproduksi oleh beberapa produsen peralatan outdoor dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Ada beberapa macam ukuran tas gunung yang dapat rekan-rekan pilih, diantaranya : ukuran 40 L, 60 L, 90 L dan 100 L. Yang perlu diperhatikan ketika memilih tas gunung adalah, jangan terpaku pada besarnya tas gunung namun sesuaikanlah dengan kebutuhan. Bila rekan-rekan ingin melakukan pendakian dengan jarak dekat dengan waktu tempuh yang tidak terlalu lama, rekan-rekan bisa memilih tas gunung dengan ukuran 40 L - 60 L. Namun apabila rekan-rekan ingin mendaki gunung dengan waktu berhari-hari sebaiknya menggunakan tas gunung dengan ukuran diatas 60 L. Ukuran 60 L menurut saya adalah ukuran yang paling ideal untuk digunakan. Apalagi saat ini kita mengenal konsep ultralight hiking. Dengan konsep ultralight kita akan dapat membawa beban seminimal mungkin tanpa mengurangi fungsi dari peralatan yang kita bawa. Selain dapat meminimalisir beban yang kita bawa, kita juga dapat menghemat ruang di carrier kita sehingga kita tidak memerlukan carrier dengan ukuran yang cukup besar untuk bisa mengangkut peralatan dan logistik kita selama melakukan perjalanan. Rekan-rekan bisa membaca 8 tips memilih carrier untuk mendaki gunung sebagai referensi. 

4. Peralatan memasak. Peralatan mendaki gunung selanjutnya adalah peralatan memasak. Peralatan memasak yang wajib kita bawa setidaknya dapat dibagi menjadi 2 yakni kompor lapangan serta nesting. Ada berbagai macam jenis kompor lapangan yang bisa kita gunakan. Kompor lapangan tersebut bisa berbahan bakar cair, padat maupun gas. Setiap kompor lapangan tentu memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.



daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung
Penulis sendiri seringkali menggunakan kompor lapangan berbahan bakar gas karena memiliki beberapa kelebihan. Selain itu kompor trangia juga seringkali saya gunakan. Selain kompor serta nesting, peralatan makan juga jangan lupa dibawa seperti : Gelas, Piring, serta pisau.

5. Sepatu gunung. Sepatu gunung merupakan perlengkapan wajib yang harus dikenakan ketika mendaki gunung. Memang ada sebagian orang yang enggan menggunakan sepatu gunung dan memilih menggunakan sandal gunung untuk dikenakan ketika mendaki gunung. Namun dari segi keamanan, sepatu gunung lebih memberikan keamanan yang lebih dibandingkan dengan memakai sandal gunung. 

6. Jaket gunung. Peralatan wajib dibawa selanjutnya ketika mendaki gunung adalah jaket gunung. Bisa dibayangkan jika rekan-rekan berada di ketinggian diatas 1000 MDPL tanpa menggunakan jaket gunung, pasti akan merasa kedinginan atau bahkan bisa mengalami hipotermi. Ya bahaya hipotermi adalah ancaman mematikan yang bisa saja dialami oleh pendaki gunung. Berbagai upaya bisa kita usahakan untuk bisa mencegah terjadinya hipotermia. Salah satunya dengan menggunakan jaket gunung.
daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung
Saat ini banyak kita jumpai produk jaket gunung baik itu brand yang berasal dari Indonesia ataupun brand dari luar negeri. Tidak masalah rekan-rekan menggunakan brand dari dalam negeri atau dari luar negeri karena yang penting utama adalah fungsinya. Pilihlah jaket gunung sesuai dengan kemampuan rekan-rekan. Apabila rekan-rekan membutuhkan referensi, rekan-rekan bisa membaca 10 tips memilih jaket gunung yang sudah saya tulis beberapa waktu lalu.

7. Senter. Senter merupakan salah satu peralatan yang sangat diperlukan apabila rekan-rekan berjalan di kegelapan atau pada saat melakukan perjalanan di malam hari. Pilihlah senter dengan cahaya kuning karena cahaya kuning adalah cahaya yang dapat menembus kabut. Berbeda dengan cahaya putih yang dihasilkan oleh lampu LED. Memang sekilas cahaya putih lebih terang dibandingkan dengan cahaya kuning, namun cahaya putih akan lebih cenderung menyebar saat kabut datang dan tidak bisa menembus kabut. Alternatifnya bila rekan rekan memiliki senter LED. Senter tersebut bisa dimodifikasi dengan menempelkan mika warna kuning di bagian kacanya. Penggunaan senter kepala juga dirasa lebih praktis dan lebih safety karena rekan-rekan tidak sepenuhnya harus memegangi senter ketika berjalan. sehingga kedua tangan akan lebih fokus mencari keseimbangan dengan berpegangan pada ranting-ranting pohon yang bisa ditemukan di sepanjang jalur pendakian

8. Slepping bag. Selain menggunakan tenda atau dome dan menggunakan jaket gunung. Tidur menggunakan slepping bag juga dirasa merupakan cara efektif untuk mencegah terjadinya hipotermi saat mendaki gunung. Sleeping bag yang banyak beredar umumnya berasal dari serat sintetis. Bahan sintetis memiliki keunggulan lebih awet dibandingkan dengan slepping bag yang berasal dari bulu angsa. 




Namun untuk kehangatan slepping bag yang berasal dari bulu angsa dirasa lebih baik dibandingkan dengan serat sintetis. Slepping bag dari serat sintetispun bisa dibagi menjadi 3 macam, yakni : slepping bag polar, slepping bag dacron dan yang terakhir slepping bag yang memadukan kedua bahan yakni polar dan dacron. 

9. Matras. Matras berguna sebagai alas tidur kita ketika berada di dalam dome atau sebagai alas ketika kita beristirahat ketika di perjalanan di sepanjang jalur pendakian. Apabila kita menggunakan konsep ultralight hiking, matras seringkali digantikan dengan alumunium foil. Memang penggunaan alumunium foil akan lebih memberikan kehangatan bagi kita karena sifatnya memantulkan panas atau kalor. Namun dari segi kenyamanan penulis lebih suka menggunakan matras karena memiliki permukaan yang lebih tebal, sehingga tetap nyaman meskipun digunakan diatas tempat yang penuh dengan kerikil. 

10. Jas hujan atau ponco. Peralatan pendakian yang satu ini seringkali dilupakan oleh pendaki. Membawa jas hujan merupakan hal yang wajib bagi para pendaki yang ingin naik gunung. Mungkin bagi beberapa orang membawa jas hujan akan menambah beban barang bawaan. Hal tersebut dapat kita siasati dengan membawa jas hujan yang cukup tipis. Jas hujan yang sering digunakan oleh tukang becak adalah jas hujan yang sering saya gunakan. Selain cukup ringan dan tidak memakan tempat penyimpanan, jas hujan tersebut cukup lebar untuk bisa menutupi badan serta tas carrier yang saya bawa.

11.Trekking pole. Saat ini mungkin masih sedikit pendaki yang menggunakan trekking pole ketika melakukan pendakian karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena dirasa cukup ribet dan tentu akan mengeluarkan biaya yang lebih untuk bisa menggunakannya. Namun tidak sedikit pula yang mulai menyadari manfaat menggunakan trekking pole.


Dengan menggunakan trekking pole kita akan bisa meminimalisir nyeri di bagian lutut kita, bisa memberikan keseimbangan ketika melintasi medan yang terjal serta masih ada beberapa lagi 10 manfaat penggunaan trekking pole ketika melakukan pendakian. 

12. Pelindung kepala. Pelindung kepala disini bisa saja topi atau kupluk. Pilihlah pelindung kepala yang nyaman dan sesuai dengan kebutuhan. Apabila rekan-rekan lebih nyaman menggunakan topi, pilihlah topi yang memiliki bagian yang bisa melindungi mata dari sinar matahari dan mempunyai bentuk yang melingkar. Selain bisa melindungi mata, bagian tersebut juga bisa melindungi bagian leher belakang dari sengatan sinar matahari di waktu siang hari.

13. Sarung tangan. Selain dapat melindungi tangan kita dari sengatan sinar matahari, menggunakan sarung tangan juga dapat melindungi kita dari bahaya gigitan binatang berbisa ataupun trauma karena ranting-ranting tajam yang bisa saja menciderai diri kita. 


14. Kaus kaki. Sama halnya dengan sarung tangan. Penggunaan kaus kaki juga dianjurkan ketika mendaki gunung dan merupakan salah satu perlengkapan yang harus dibawa saat mendaki. Rekan-rekan setidaknya bisa membawa 2 pasang kaus kaki ketika mendaki gunung. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila salah satu kaus kaki basah, kita masih mempunyai kaus kaki lain yang bisa kita gunakan.

15. Water Bladder. Penggunaan water bladder yang digunakan ketika mendaki gunung juga masih sedikit dilakukan dibandingkan dengan penggunaan water bladder pada bikers. Padahal alat ini sangat bermanfaat terlebih pada seseorang yang malas ketika harus menurunkan carrier untuk sekedar mengambil botol air minum. Dengan menggunakan water bladder seseorang tidak perlu disusahkan menurunkan barang bawaan untuk bisa minum air yang dibawanya. Tentunya hal ini juga harus didukung dengan carrier yang support penggunaan water bladder di dalamnya. 

16. Pisau. Selain bisa digunakan sebagai alat pemotong ranting yang menghalangi jalan kita, pisa juga bermanfaat sebagai alat pelindung diri dari bahaya binatang buas. Selain itu pisau juga dapat digunakan sebagai alat untuk menggali lubang untuk beberapa keperluan lainnya.




17. Lampu tenda. Jika beberapa dekade lalu para pendaki masih membawa petromax dan lampu dari minyak tanah yang sangat beresiko ketika dinyalakan di dalam tenda. Kini sudah banyak dijual lampu tenda layaknya senter yang bisa dicharge ulang dan bisa kita nyalakan di dalam tenda dengan sedikit resiko dibandingkan jika kita menggunakan lampu dengan bahan bakar minyak tanah.

18. Obat-obatan pribadi. Bagi rekan - rekan yang memiliki masalah kesehatan sebagai contoh sakit asma atau sakit lambung, sebaiknya rekan-rekan membawa obat yang sering diminum. Hal ini untuk mengantisipasi apabila ketika mendaki gunung terjadi masalah kesehatan. Selain itu bagi yang melakukan pendakian secara berkelompok, wajib membawa first aid yang berisi pengobatan dasar. Saya sudah merangkumnya ke dalam daftar obat yang harus dibawa saat mendaki gunung.

19. Pakaian lapangan. Hal yang paling diperhatikan ketika hendak naik gunung adalah memilih pakaian secara tepat yang akan digunakan selama pendakian. Pilihlah pakaian yang cepat mengering dan saya pribadi lebih menganjurkan rekan-rekan menggunakan baju dengan serat sintetis dibandingkan dengan memakai baju berbahan katun. Sekilas baju dengan bahan katun akan memberikan kehangatan yang lebih pada tubuh kita selama kita memakainya. Namun perlu kita sadari, pakaian berbahan dasar katun akan lebih mudah menyerap keringat dan susah mengeringkannya. Di beberapa toko outdoor kita akan mudah mendapatkan pakain lapangan untuk digunakan selama pendakian, namun apabila rekan-rekan ingin yang lebih praktis dan lebih bersahabat dalam pengeluaran, baju atau kaos jersey bisa digunakan selama pendakian karena mempunyai bahan yang ringan serta lebih cepat mengering. Baca juga : Tips memilih pakaian untuk mendaki gunung


20. Cover bag. Cover bag sangat bermanfaat melindungi carrier yang kita gunakan ketika cuaca hujan ataupun saat terjadi badai. Selain itu penggunaan cover bag juga dapat dilakukan meskipun cuaca panas. Dengan menggunakan cover bag maka carrier kita akan terhindar dari debu, kotoran serta air hujan yang bisa saja kita jumpai di perjalanan selama pendakian. 


21. Peralatan Komunikasi. Peralatan komunikasi yang bisa kita gunakan adalah HT maupun perangkat selular seperti handphone, mengingat beberapa kawasan pegunungan saat ini sudah terjangkau sinyal selular.


Peralatan komunikasi berupa HT wajib dibawa ketika rekan-rekan melakukan pendakian dalam kelompok yang besar atau saat menggelar pendakian masal ( PENMAS ) mengingat dalam skala besar tentu koordinasi akan lebih susah dibandingkan melakukan pendakian dengan skala kecil.


22. Tas kecil untuk dibawa saat summit attack. Hal yang sering dilupakan oleh beberapa pendaki adalah membawa tas kecil sebagai tempat wadah logistik kita ketika melakukan summit attack. Dalam kegiatan pendakian, tidak selamanya kita membawa semua barang kita menuju ke puncak gunung karena dirasa hal itu akan membutuhkan banyak energi dan menyulitkan pergerakan. Seringkali kita meninggalkan barang bawaan kita di camping ground dan membawa bekal seperlunya untuk dibawa ke puncak. Saya sendiri lebih memilih membawa air yang cukup dan beberapa makanan dibandingkan harus membawa carrier yang ukurannya sangat besar. Oleh karenanya saya lebih suka membawa sebuah tas kecil ( bisa tas pinggang ) untuk dibawa ketika melakukan summit attack.

23. Kantung sampah atau trashbag. Peralatan mendaki gunung yang wajib dibawa selanjutnya adalah trashbag atau kantung sampah. Kantung sampah atau plastik sangat diperlukan untuk membawa sampah kita selama di perjalanan serta bisa bermanfaat untuk melindungi barang barang kita selama terjadi hujan atau badai. Meskipun carrier kita sudah dilengkapi dengan cover bag yang waterproff akan jauh lebih baik apabila kita melindungi barang bawaan kita dengan cara dimasukkan ke dalam plastik. hal itu sebagai cara untuk mengantisipasi kebocoran pada carrier kita sehingga barang bawaan kita akan tetap kering di dalamnya.

24. Peralatan Navigasi. Peralatan navigasi yang dimaksud adalah kompas serta GPS. Pastikan kompas dan GPS dapat bekerja secara optimal sebelum anda menggunakannya.




25. Decker. Decker biasa digunakan di dunia otomotif terutama pada pembalap ataupun pada orang yang menyukai hoby touring. Nah penggunaan decker ini bermanfaat untuk melindungi lutut serta mengurangi beban lutut saat mendaki ataupun menuruni gunung.    

26. Gaiters. Gaiters atau ada yang menyebutnya dengan leggers. Barang yang satu ini umumnya jarang dibawa dan mungkin terasa asing didengar oleh sebagian orang. Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi hingga tungkai kaki dibawah lutut. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di gunung.    

27. Tali karmantel. Tali Karnantel digunakan untuk mendaki gunung-gunung tertentu dengan kseulitan yang ekstrim seperti gunung Raung. Tali karmantel sering digunakan untuk kegiatan panjat tebing. Penggunaannya tali ini dapat dikaitkan dengan anchor yang sudah dipasang sebelumnya.

28. Jam tangan. Tindakan paling mudah untuk mengetahui waktu secara akurat adalah dengan melihat jam tangan. Meskipun kita juga menggunakan telepon selular sebagai penunjuk waktu, namun penggunaan jam dirasa paling efektif. Jam tangan untuk mendaki gunung ada banyak jenis. Jam tangan gunung biasanya adalah jam tangan yang waterroof dan wheatherproof. Beberapa produsen jam seperti fossil, G-Shock sering mengeluarkan jam tangan wheatherproof yang dapat rekan-rekan kenakan selama melakukan pendakian.

29. Kacamata. Kacamata sebagai pelindung mata kita sangat bermanfaat apabila kita melintasi medan yang berdebu seperti gunung merapi dan kalimati.



30. Peralatan Dokumentasi. Peralatan atau perlengkapan untuk mendaki gunung yang terakhir adalah perlengkapan dokumentasi seperti camera. Memang hal ini bersifat subjectif. Namun sangat disayangkan apabila anda melakukan perjalanan tanpa adanya dokumentasi yang suatu saat dapat anda lihat kembali sebagai tanda bahwa rekan-rekan telah mengunjungi gunung di tanah air.

Itulah tadi 30 daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung yang perlu rekan-rekan ketahui sebelum melakukan pendakian. Untuk bisa mendapatkannya rekan-rekan tidak perlu membeli peralatan baru. Membeli peralatan bekas di beberapa forum jual beli outdoor bisa menjadi alternatif kita apabila kita tidak mampu membeli peralatan baru. Rawatlah peralatan pendakian atau gear anda dengan baik, karena merekalah rekan perjuangan anda mengalahkan diri sendiri dalam mencapai tempat-tempat tertinggi di bumi pertiwi Indonesia. 

Subscribe to receive free email updates:

5 Responses to "30 daftar peralatan dan perlengkapan mendaki gunung secara lengkap"

  1. Lengkap sekali kak. Iya juga aku termasuk yg sering menabaikan pemakaian jaket. Kalau naik gunung di atas 1000mdpl bisa hipotermi :(

    Tulisan di atas sudah diurutkan sesuau yg paling urgent kah kak? Atau harus semuaa

    ReplyDelete
  2. Bagus Blognya. bisa sharing jg kunjungi balik ya pendakingapak.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. sebenernya gak semuanya itu harus di beli sendiri sih, kecuali mau solo hiking. Kaya tenda, kompor dan nesting itu bisa gantian sama tim siapa yang mau bawa. Tas kecil juga penting banget buat summit atau menyimpan Hp, Dompet atau powerbank seperti Tas Consina Orion yang gue review, mampir ya gan ke dongengtravel

    ReplyDelete