8 fakta tentang puncak cartenz papua, gunung di indonesia yang memiliki salju abadi

Berbicara mengenai puncak gunung di Indonesia yang memiliki dan tertutup salju tentu kita ingat dengan puncak Cartenz ( Cartenz Pyramid ) yang berada di Papua, propinsi paling timur negara kepulauan Indonesia. Puncak Cartenz atau yang dulu dikenal sebagai Puncak Jaya merupakan puncak dari pegunungan Jayawijaya di jajaran barisan Sudirman Papua. Dengan ketinggian lebih dari 4.000 Meter Diatas Permukaan Air laut menjadikan puncak Cartenz sebagai puncak gunung tertinggi di Indonesia. 

puncak cartenz papua

Di kalangan pendaki dunia, keinginan untuk bisa menaklukkan seven summit tentu menjadi suatu impian. Puncak Cartenzs yang masuk ke dalam tujuh gunung tertinggi di dunia menawarkan tantangan tersendiri dan membedakannya dari keenam gunung lainnya. Faktor alam yang masih sangat sulit dilalui ditambah dengan biaya akomodasi yang mahal ke lokasi pendakian menyebabkan sedikitnya pendaki yang melakukan pendakian untuk bisa mencapai puncaknya. Bagi kita yang ingin mencapai Puncak Cartenzs Papua, kita harus melakukan persiapan fisik dengan sebaik-baiknya, penguasaan dan pengetahuan tentang medan serta kemampuan survival sangat dibutuhkan untuk bisa bertahan dari cuaca ektreme di sepanjang jalur pendakian menuju ke puncak Cartenzs. Nah kali ini ruang pendaki akan mencoba memberikan sedikit informasi berupa fakta menarik yang perlu anda ketahui mengenai puncak Cartenzs.

1. Gletser yang semakin menipis dari tahun ke tahun di puncak Cartenzs

Mungkin sudah menjadi permasalahan umum di beberapa pegunungan dunia tentang gletser yang semakin menipis dari tahun ke tahun. Global warming memegang tanggung jawab penting tentang perubahan iklim yang terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Pada tahun 2014 dilaporkan bahwa sejak tahun 1990 gletser di benua Afrika telah kehilangan 80% dari luas permukaan mereka. Para ilmuwan memprediksi bahwa pada tahun 2030, es yang tersisa akan mencair seluruhnya. Bagaimana dengan puncak Cartenzs papua ?? 

Penelitian melalui citra satelit menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Sejak tahun 1970-an, gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Dalam sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh paleoklimatologi Lonnie Thompson pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun. Lantas bagaimana dengan nasib salju abadi yang berada di puncak Cartenzs, yang menjadi satu-satunya tempat atau puncak gunung di indonesia yang memiliki salju ?


2. Tidak hanya tertinggi di Indonesia saja, puncak Cartenzs merupakan puncak tertinggi di wilayah Oceania dan benua Australia

Mungkin masih sedikit orang yang mengetahui hal ini. Selama ini kita hanya mengetahui bahwa puncak Cartenzs atau puncak Jaya Wijaya merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Faktanya Puncak Cartenzs merupakan puncak tertinggi di wilayah Oceania dan benua Australia serta tertinngi no 2 di wilayah Asia Tenggara setelah gunung Gunung Hkakabo Razi (5.881 Meter) di provinsi Kachin, Myanmar. Kawasan Oceania sendiri terdiri dari beberapa negara seperti : Negara kepulauan Fiji, Republik kirbi, kepulauan Marshall, Federasi Mikronesia, Republik Nauru dan beberapa negara lainnya yang tersebar di kawasan sekitar benua Australia.

3. Memiliki 3 sebutan yang berbeda

Ada beberapa sebutan yang merujuk pada puncak tertinggi di pegunungan Jaya Wijaya tersebut. Pada awalnya puncak yang memiliki ketinggian 4.884 meter tersebut diberi nama sebagai puncak Soekarno kemudian berganti menjadi puncak Jaya. Hal tersebut dikarenakan adanya masalah politis di negeri ini pada tahun 1960-an dimana pada saat itu terjadi pergantian orde. Di kalangan pendaki gunung, puncak Jaya lebih dikenal sebagai Cartenzs Pyramid. Hal tersebut merujuk pada seorang petualang dari negeri Belanda yakni Jan Cartenzs. Dia adalah seorang pertama yang melihat adanya puncak gunung yang tertutup salju di kawasan Tropis tepatnya di pulau Papua. Pada awalnya dia melakukan pengamatan tentang adanya pegunungan yang tertutup salju melalui sebuah kapal tepatnya pada tahun 1.623. Namun laporannya tidak di akui dan disebut mengada-ada karena bagi orang di benua Eropa, adanya gunung bersalju di kawasan tropis merupakan hal yang sangat mustahil. Barulah anggapan itu terbukti 300 tahun kemudian setelah Puncak Jaya berhasil didaki pada awal tahun 1909 oleh seorang penjelajah Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz dengan enam orang suku Kenyah dari Kalimantan Utara.

4. Pendakian ke puncak Cartenzs merupakan pendakian termahal di dunia

Bila kamu mempunyai impian untuk bisa mencapai puncak Cartenzs, selain memiliki kondisi fisik yang prima, gear yang mumpuni serta kemampuan survival yang baik satu lagi yang harus kamu siapkan yakni dana yang cukup banyak. Dilansir dari nationalgeographic.co.id. Pendakian ke puncak Cartenzs merupakan pendakian dengan biaya termahal di dunia. Setidaknya kamu harus menyiapkan dana sekitar 1.800 dolar AS atau sekitar Rp18 juta untuk biaya akomodasi, penginapan atau homestay dan biaya transportasi menuju ke basecamp pendakian. Masih sedikitnya jasa penjual paket pendakian serta sulitnya medan yang harus dihadapi membuat paket pendakian ke puncak Cartenzs melambung melebihi gunung lainnya yang masuk ke dalam seven summit. Yang menjadi pertanyaannya, apakah paket pendakian tersebut dikelola oleh warga lokal ataupun orang Indonesia ??? Jawabannya...tidak...operator yang menjual paket pendakian menuju ke puncak Cartenzs berasal dari New Zeland. Regulasi yang belum jelas, SDM yang belum siap serta bantuan dana dana dari pemerintah merupakan kendala yang harus dihadapi oleh warga lokal untuk bisa memajukan pariwisata di tanahnya sendiri.

5. Statusnya sebagai seven summit sampai sekarang masih diperdebatkan

Dalam artikel yang lampau yakni artikel mengenal tujuh gunung tertinggi di dunia, kami sudah menyebutkan tujuh gunung tertinggi di dunia. Sampai sekarang masih terdapat dua anggapan atau dua versi mengenai penetapan gunung ke tujuh dari seven summit. Pencetus awal seven summit yakni Dick Bass memasukkan gunung Kosciuzsko sebagai gunung ke tujuh dalam rangkaian seven summit sedangkan menurut Reinhold yang menjadi gunung tertinggi ketujuh adalah puncak Cartenzs di pegunungan Jaya Wijaya Papua. Pendapat Reinhold sendiri mendapat banyak dukungan di kalangan pendaki dunia karena puncak Cartenzs memiliki kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pendakian ke puncak Kosciuzsko.


6. Cuaca extreme di puncak Cartenzs

Dengan ketinggian lebih dari 4.000 MDPL maka tak ayal puncak Cartenzs papua menawarkan kesulitan extra dibandingkan dengan mendaki puncak gunung lainnya di Indonesia. Bila sebelumnya para pendaki harus berhadapan dengan hujan air maka jika cukup beruntung para pendaki bisa merasakan 3 hujan sekaligus selama melakukan pendakian ke puncak Cartenzs yakni hujan air, hujan salju dan hujan es.

7. Fosil hewan-hewan laut dapat dilihat di pegunungan Jayawijaya.

Jika kita mendaki puncak Cartenzs papua, kita tidak hanya bisa melihat keindahan panorama bersalju saja melainkan bisa melihat beberapa beberapa fosil hewan-hewan laut di jalur pendakiannya. Adanya fosil hewan-hewan laut di pegunungan Jayawijaya merupakan sebuah bukti empiris bahwasanya pegunungan ini semula ada bagian dari dasar laut yang terangkat ke atas karena tumbukan lempeng dua lempeng bumi yakni Indo-Pasifik. 


8. Pendaki pertama yang sampai puncak Cartenzs berkebangsaan Austria

Adalah Heinrich Harrer yang pada tahun 1962 memimpin sebuah ekpedisi pendakian ke gunung Jaya Wijaya. Dengan dibantu tiga anggota ekspedisi lainnya, Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga di berhasil mencapai puncak tertinggi di Indonesia tersebut. Perlu diketahui bahwa Heinrich Harrer jugalah pengarang sebuah buku terkenal dengan judul Seven Years in Tibet yang merupakan kisah nyata pengembaraannya di pegunungan Himalaya, Tibet. Keberhasilan Heinrich kemudian menginsipirasi pendaki-pendaki lainnya termasuk dari Indonesia. Tercatat Letnan Kolonel Azwar Hamid dari Direktorat Topografi Angkatan Darat pernah mencapai puncak Cartenzs papua pada tahun 1964.

Itulah 8 fakta menarik mengenai puncak Cartenzs Papua, puncak gunung tertinggi di Indonesia serta Oceania yang memiliki keistimewaan dengan adanya salju di permukaannya. Perlu kita sadari bersama, global warming menjadi permasalahan utama saat ini yang mengakibatkan beberapa puncak gunung di dunia harus kehilangan sebagian besar es atau gletser di permukaannya. Mari kita jaga lingkungan sekitar kita dengan meminimalisir penggunaan bahan bakar fosil serta mencegah pencemaran lingkungan agar dapat mengurangi penyebab terjadinya global warming, untuk generasi mendatang yang jauh lebih baik.    

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 fakta tentang puncak cartenz papua, gunung di indonesia yang memiliki salju abadi "

Post a Comment