Mitos gunung merapi, salah satu gunung terangker di Indonesia

Berbicara mengenai gunung paling angker di Indonesia, tentu saja tidak akan lengkap jika kita tidak memasukkan gunung Merapi sebagai salah satu gunung yang dikenal angker serta diselumuti banyak mitos yang dikenal sampai penjuru Nusantara. Gunung Merapi berada di perbatasan antara Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Yogyakarta serta terletak di tiga Kabupaten sekaligus yakni Kabupaten Klaten, Kabupaten Sleman serta Kabupaten Magelang.

Mitos gunung merapi
Masyarakat sekitar lereng Gunung Merapi sumber : ig jogjaku


Gunung Merapi dikenal sebagai gunung yang angker, hal tersebut tidak lepas kaitannya dengan keberadaan Kraton Yogyakarta dan Laut Pantai Selatan. Di waktu-waktu tertentu seperti malam satu suro seringkali diadakan ritual-ritual yang dilakukan oleh masyarakat sekitar lereng gunung Merapi. Ritual-ritual yang diadakan salah satunya bertujuan supaya masyarakat sekitar lereng merapi dapat hidup dengan seimbang dengan alam kosmic yang ada di wilayah gunung Merapi serta memohon kepada Yang Maha Kuasa supaya diberikan hasil alam yang melimpah dan terhindar dari bencana alam.

Gunung Merapi selain dikenal sebagai gunung yang angker, juga dikenal sebagai gunung yang banyak memiliki mitos dan memiliki banyak kisah misteri. Mitos yang berkembang di masyarakat atau pendaki saat ini berdasarkan cerita yang berkembang secara yang turun termurun serta beberapa diantaranya merupakan pengalaman langsung dari beberapa pendaki. Berikut mitos yang berkembang di kawasan Gunung Merapi :

Adanya pasar Bubrah yang dikenal sebagai pasar setan

Mitos gunung merapi

Jika kamu pernah mendaki gunung Merapi, tentu kamu akan mengatahui area ini. Pasar Bubrah atau pasar setan merupakan area yang menjadi batas terakhir dari kegiatan pendakian. Tidak seperti area-area gunung lainnya yang dipenuhi oleh pepohonan, pasar Bubrah merupakan area dengan  lingkungan yang tandus serta tidak terdapat kehidupan. Di area ini terdapat batu-batu dengan ukuran raksasa yang konon digunakan sebagai meja makan makluk yang mendiami tempat tersebut yakni sebangsa Jin. Tidak hanya itu saja, di kawasan ini konon menjadi tempat berkumpulnya makluk halus. Kejadian seperti terdengarnya bunyi-bunyian gamelan di malam hari sampai berubahnya area yang sunyi menjadi layaknya sebuah pasar pernah dialami oleh beberapa pendaki yang kebetulan bermalam di tempat ini. Di kawasan Pasar Bubrah gunung Merapi juga terdapat memoriam 3 pendaki yang menjadikan Pasar Bubrah sebagai tempat  menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya yakni pendaki yang berasal dari Yogyakarta dan meninggal tahun 1977. Bila sahabat melewati memoriam ini, ada baiknya sahabat berhenti sejenak serta memanjatkan doa untuk rekan-rekan yang mendahului kita, menghadap Sang Pencipta.

Misteri awan yang meyerupai tokoh pewayangan Petruk

Mitos gunung merapi
awan berbentuk kepala petruk. sumber : nationalgeographic.co.id 

Misteri lain dari gunung Merapi adalah, munculnya fenomena awan di atas puncaknya yang apabila kita lihat dengan seksama berbentuk seperti tokoh pewayangan yang bernama petruk. Hal tersebut terjadi sebelum erupsi di tahun 2010. Selama ini Mbah Petruk dikenal sebagai penunggu dari gunung Merapi. Kemunculan awan yang berbentuk kepala Petruk mengisyaratkan bahwa Gunung Merapi sebentar lagi akan mengalami erupsi dan masyarakat diminta untuk bersiap-siap serta waspada. Bagi masyarakat yang hidup di lereng gunung Merapi, ada beberapa tokoh dari dunia lain yang dipercaya mendiami beberapa wilayah di gunung Merapi, seperti Mbah Petruk yang mendiami bagian puncak gunung Merapi dan Den Mas Anwar yang mendiami puncak sampai ke dalam bagian kawah Merapi.


Reinkarnasi puncak Garuda

Mitos gunung merapi
puncak garuda. sumber : ig arnold_ 


Para pendaki yang pernah mendaki gunung Merapi sebelum tahun 2010 atau tahun 2011 mungkin akan bisa bercerita tentang adanya puncak garuda, puncak tertinggi gunung Merapi. Di puncak gunung Merapi terdapat batuan yang menjulang dan apabila diamati batu tersebut berbentuk gunung garuda, lambang negara kebanggan kita. Selama hampir 100 tahun sejak pertama kali puncak garuda terdokumentasi, puncak garuda masih terbilang berwujud utuh meskipun di belakang puncak terlihat perubahan bentuk akibat beberapa bagian hilang. Erupsi dan gempa bumi yang melanda kota Yogyakarta tidak membuat puncak ini lenyap dan menjadikannya titik tertinggi di gunung Merapi. Puncak garuda dahulu dianggap sakral oleh pendaki dan menjadi pantangan untuk didaki, karena apabila kita mendakinya, sama saja kita menginjak-injak lambang negara Indonesia. Pada akhirnya sejak erupsi tahun 2010 puncak ini sudah tidak ditemukan lagi keberadaannya. Kemungkinan erupsi Merapi tahun 2010 menyebabkan puncak ini runtuh serta jatuh ke dalam kawah dan sejak saat itu nama puncak garuda pun menghilang. Sampai pada tahun 2015 saat terjadi tragedi dimana seorang pendaki tewas kerena terpeleset dan masuk ke dalam kawah Gunung Merapi, nama puncak garuda yang dahulu sempat hilang kembali diperbincangkan. Pasalnya, batu yang menjadi tempat pijakan terakhir pendaki yang terpeleset masuk ke dalam kawah tersebut mempunyai bentuk mirip dengan puncak garuda yang selama ini telah hilang. Apakah muncul puncak garuda yang baru? Sampai dengan saat ini belum ada yang bisa menjawabnya

Batu besar yang menanti pasangannya

Mitos ini  berkembang di bagian lereng Merapi, daerah yang menjadi aliran material vulkanik. Saat gunung Merapi mengeluarkan erupsi, tidak terhitung lagi ribuan ton material vulcanik terlempar dan dikeluarkan dari dalam kawah menuju ke beberapa  aliran sungai purba yang berada di beberapa Kabupaten sekitarnya, seperti Kaliworo di Kabupaten Klaten atau Kali Gendol di Kabupaten Sleman. Material yang terbawa lahar dingin dapat berupa pasir, kerikil dan yang paling besara adalah batu-batuan raksasa dengan ukuran bahkan sebesar mobil. Terkadang batu-batuan tersebut berhenti di tepi aliran air untuk beberapa saat. Konon batuan tersebut menanti pasangannya yang masih ada di bagian lereng atau masih di dalam kawah gunung. Serta baru akan berpindah terbawa arus sungai apabila pasangan dari batuan tersebut ikut terbawa aliran sungai. 

Bunker yang menangis

Untuk melindungi warga masyarakat dari terjangan awan panas gunung Merapi waktu erupsi atau dikenal sebagai "wedhus gembel" maka pemerintah di beberapa titik sengaja membangun bunker sebagai tempat perlindungan. Namun naas, bunker-bunker tersebut didesain hanya untuk melindungi manusia dari "wedhus gembel" dan bukan melindungi manusia dari bahaya material vulcanik yang keluar dari kawah Merapi. Akibatnya dua orang relawan tewas setelah mereka berlindung di dalam bunker setelah bunker tersebut diterjang oleh material vulcanik di bagian atasnya. Saat ini bunker yang dimaksudkan masih berdiri dan menjadi kawasan tempat wisata lava Merapi. Cerita yang berkembang di masayarakat, masyarakat sering mendengar suara orang yang menangis yang sumber suaranya berasal dari dalam bunker.

Itulah beberapa cerita misteri dan mitos yang berkembang di Gunung Merapi. Pendaki yang bijak akan selalu menjaga norma kesopanan selama bertandang ke tempat-tempat yang dikunjunginya. Mari jaga keseimbangan alam serta kehiduan kita dengan kehidupan di alam lain, dengan meningkatkan keyakinan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.     

  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mitos gunung merapi, salah satu gunung terangker di Indonesia"

Post a Comment